AIR

air tenang menghanyutkan
orang yang pendiam biasanya banyak pengetahuannya atau bisa berbahaya

bagai air didaun talas
selalu berubah-ubah tidak tetap pendiriannya

mencencang air
melakukan perbuatan yang sia-sia dan mubazir

pandai berminyak air
pandai bergaul, pandai mengambil hati

menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri
menceritakan keburukan sendiri, membuka rahasi sendiri

air diminum rasa duri, nasi dimakan rasa sekam
tidak enak makan dan minum karena terlalu sedih

tambah air tambah sagu
tambah pekerjaan tambah upah

bermain air basah, bermain api hangus
setiap usaha tentu ada resikonya, ada suka dukanya

sekali air besar, sekali tepian beranjak
setiap ada penguasa tentu ada penggantian peraturan

mengairi sawah orang
menguntungkan orang lain

air cucuran atap jatuh ke pelimbahan juga
watak orang tua biasanya menurun kepada anak-anaknya

tak ada air talang dipancung
untuk mencapai sesuatu maksud ditempuh dengan segala cara

bagai membancar air ke bukit, bagai mencari kutu dalam ijuk
melakukan sesuatu yang mustahil akan bisa berhasil

air beriak tanda tak dalam, tong kosong nyaring bunyinya
orang yang besar mulut (suka omong besar) biasanya hanya membual saja

air tenang menghanyutkan
orang pendiam biasanya banyak berilmu

air besar, batu bersibak
dalam suatu huru hara keluarga bercerai berai

air tenang jangan disangka tidak berbuaya
orang pendiam jangan disangka pengecut

dimandikan dengan air segeluk, berselimut kain sehasta
diberi pertolongan yang sangat terbatas

membasuh muka dengan air laut
bagai orang yang memperbaiki kekeliruannya dengan cara yang hanya memperbesar aib serta nodanya

bagai kambing dihalau ke air, bagai minum air bercacing
orang yang enggan melakukan sesuatu

ada air ada ikan, ada padang ada belalang, ada batang cendawan tumbuh
dimana kita menetap disitulah ada rejeki

air orang disauk, ranting orang dipatah. dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung.
(masuk kandang kambing mengembik, masuk kandang kerbau menguak)
hendaklah mengikuti adat lembaga negeri  yang kita tinggali

menuang air ke laut, menggarami air laut
menolong seseorang yang tidak membutuhkan pertolongan

air pun ada pasang surut. hari tak selamanya panas
(bagai roda pedati, sebentar berputar ke bawah, sebentar pula ke atas)
nasib orang tidak selalu tetap, untung dan malang silih berganti

orang haus diberi air, orang lapar diberi nasi, orang ngantuk disorong bantal
seorang yang butuh pertologan tiba-tiba memperolehnya

air mata jatuh ke perut
berduka cita secara diam-diam

air dicencang tiada akan putus
keluarga tidak akan bercerai berai lantaran perselisihan

air yang dingin juga yang dapat memadamkan api
kata-kata yang lemah lembut yang dapat meredakan kemarahan

bukan air muara yang ditimba, sudah disauk dari hulunya
kabar yang diperoleh dari sumbernya

seperti air pembasuk kaki
penghargaan yang tidak sepadan

air sama air kelak jadi satu, sampah itu ke tepi juga
kalau terjadi suatu persengketaan keluarga, pada akhirnya akhirnya akan kembali berbaik pula

air jernih ikannya jinak
negeri yang aman, penduduknya hidup makmur sentosa

menjilat air ludah
orang yang tidak bermalu

seperti air dalam kolam
seorang yang bersikap tenang dan tertib tingkah lakunya

bagai air titik ke batu
menasehati orang yang jahat sangat sukar

tak ada air hujan ditampung
usaha untuk mencapai maksud ditempuh dengan jalan apapun, meskipun harta menjadi taruhannya

rasa air ke air, rasa minyak ke minyak
masing-masing pulang ke kampung halaman atau golongannya sendiri-sendiri

dari telaga yang jernih, takkan mengalir air yang keruh
anak keturunan orang baik-baik tidak mungkin jadi jahat

sambil menyelam minum air
mengerjakan suatu pekerjaan sekaligus mengerjakan pekerjaan yang lain

bakarlah air ambil abunya
mencari sesuatu yang mustahil bisa diperoleh, suatu olok-olok
Description
: AIR
Rating
: 4.5
Reviewer
: Ngudi Raharjo
ItemReviewed
: AIR